Senin, 11 Oktober 2010

Karateristik umum kelompok

1. Karateristik umum kelompok

Terdapat tiga karakteristik yang menjadi persyaratan dari kelompok, antara lain :
1. Dari sisi jumlah, kelompok terdiri minimal dua orang
Untuk menjadi suatu kelompok paling tidak harus ada dua orang atau lebih
2. Harus ada pertukaran informasi diantara dua pihak yang terlibat
Jadi dalam kelompok dibutuhkan interaksi diantara anggotanya dalam beberapa hal. Baik itu melalui tatap muka, tulis menulis, atau komunikasi melalui media lain. Maka dapat disimpulkan bahwa jika terdapat sekelompok orang, namun tidak terdapat interaksi antara anggotanya maka tidak dapat disebut sebagai suatu kelompok.
3. Harus ada tujuan tertentu yang harus dicapai oleh semua anggota dan dapat memberikan manfaat bersama
Tujuan yang dimaksud adalah tujuan timbal balik yang tidak hanya memberikan manfaat bagi pemimpinnya saja namun juga bagi semua anggotanya. Dengan demikian semua anggota rela bekerja dengan mengisi kekurangan satu sama lain dalam mencapai tujuan bersama.
Dari ketiga karakteristik tersebut dapat diambil pemahaman bahwa kelompok memang sangat diperlukan bagi suatu organisasi dalam mencapai tujuan utamanya.

Karakteristik Kelompok
Dalam membentuk kelompok kerja, suatu organisasi perlu memperhatikan karakteristik umum dari kelompok. Kelompok kerja mempunyai suatu struktur dan karakteristik yang membentuk perilaku anggota – anggotanya dan memungkinkan diketahui seberapa besar pengaruh perilaku individual terhadap kelompok yang mempengaruhi kinerja kelompok sendiri. Hal –hal pengting tentang karakteristik kelompok yaitu terdiri dari komposisi, jenjang status, peran (roles), norma, leadership, dan keterpaduan (cohesiveness)


2. kelompok efektif dan tidak efektif
Setiap kelompok tunggal adalah unik. So it's only natural for group process, structure, and culture to vary from group to group as a function of the group's task, stage of development, and membership. Jadi itu wajar untuk proses kelompok, struktur, dan budaya untuk bervariasi dari satu kelompok ke kelompok sebagai fungsi dari tugas kelompok, tahap pengembangan, dan keanggotaan. Still, there are certain barometers of group effectiveness that seem to apply almost universally and that correlate well with group performance. Namun, ada barometer tertentu efektivitas kelompok yang tampaknya berlaku hampir secara universal dan yang berhubungan baik dengan kinerja kelompok.

What effective groups do Apa yang dilakukan kelompok yang efektif

⇒ The group periodically takes time to reassess its performance, purpose, and process. ⇒ Kelompok berkala membutuhkan waktu untuk menilai kembali kinerja, tujuan, dan proses.

⇒ There's no tyranny of the minority (a pushy or dominating subgroup or individual). ⇒ Tidak ada tirani minoritas (subkelompok memaksa atau yang mendominasi atau individu).

⇒ Group members stay involved, interested, and listen to one other. ⇒ Anggota grup tetap terlibat, tertarik, dan mendengarkan yang lain.

model  ideation kreatif

⇒ Most decisions are reached through genuine consensus or concordance. ⇒ Sebagian besar keputusan dicapai melalui konsensus asli atau konkordansi.

⇒ The group task is well understood and, when action is taken, group members are clear about their roles and assignments. ⇒ Kelompok tugas ini dipahami dengan baik dan, ketika tindakan diambil, anggota kelompok yang jelas tentang peran dan tugas.

⇒ Members aren't afraid to propose creative ideas or to express feelings." Anggota ⇒ tidak takut untuk mengajukan ide-ide kreatif atau mengekspresikan perasaan. "

⇒ The emotional atmosphere feels comfortable and tension-free. ⇒ Suasana emosional merasa nyaman dan bebas dari ketegangan.

All group members participate in discussions, which relate to the group task.Semua anggota kelompok berpartisipasi dalam diskusi, yang berhubungan dengan tugas kelompok.

⇒ The group is okay with disagreement, and criticism or conflict is constructive and expressed in frank, respectful ways. ⇒ Kelompok ini oke dengan ketidaksetujuan, dan kritik atau konflik yang konstruktif dan disajikan dalam terang, cara hormat.

⇒ It's clear who the group facilitator is, but she or he doesn't dominate the group. ⇒ Sudah jelas siapa fasilitator kelompok, tapi ia atau dia tidak mendominasi kelompok.


What ineffective groups do Apa yang dilakukan kelompok yang tidak efektif

⇒ The group never discusses its own process or performance. ⇒ Kelompok ini tidak pernah membahas prosesnya sendiri atau kinerja.

⇒ The atmosphere reflects apathy, boredom, or high tension. ⇒ Suasana mencerminkan sikap apatis, kebosanan, atau tegangan tinggi.

⇒ Actions and decisions are unclear and occur before the real issues have been discussed and resolved. ⇒ Tindakan dan keputusan yang jelas dan terjadi sebelum masalah nyata telah dibahas dan diselesaikan.

⇒ A few people dominate discussions, while others sit silent. ⇒ Beberapa orang mendominasi diskusi, sementara yang lain duduk diam.

⇒ From what's being said, it's hard to figure out the group task or objective. ⇒ Dari apa yang dikatakan, sulit untuk mengetahui tugas kelompok atau objektif.

⇒ Group members don't listen to each other, so people often repeat themselves. ⇒ Grup anggota tidak mendengarkan satu sama lain, sehingga orang sering berulang.

⇒ Conversations after meetings reveal that people were holding back their real feelings. ⇒ Percakapan setelah pertemuan mengungkapkan bahwa orang menahan perasaan yang sesungguhnya mereka.

⇒ Disagreements get swept under the rug, as if they are threatening or counterproductive. Perselisihan ⇒ mendapatkan disapu di bawah karpet, seolah-olah mereka mengancam atau kontra.

⇒ An individual or small subgroup is so aggressive the group often accedes to its wishes. ⇒ Sebuah subkelompok individu atau kecil sangat agresif kelompok sering mengaksesi keinginannya.

⇒ Any criticism produces tension or embarrassment in the group. ⇒ Setiap kritik memproduksi ketegangan atau rasa malu dalam kelompok.


sumber :http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.lightbryan.com/explain/effectivegroups.html

Pendekatan teoritis

Apa itu Teori Sintalitas Kelompok (Group Syntality Theory)?

Teori Sintalitas Kelompok adalah merupakan perwujudan dari proses komunikasi dari suatu kelompok.
Teori ini dikembangkan oleh Cattell pada tahun 1948.

Cattell berpendapat bahwa untuk dapat membuat perkiraan-perkiraan ilmiah yang tepat, segala sesuatu harus dapat diuraikan, diukur, dan diklasifikasikan dengan tepat dan cermat.

Melalui teori sintalitas ini, Cattell menjelaskan bahwa dalam suatu kelompok haruslah memiliki kepribadian yang dapat dipelajari. Oleh karena itu, Cattell dengan teorinya dikatakan sebagai pengembang Psikologi Kepribadian Kelompok.

Teori Perbandingan Sosial (Social Comoarison Theory)
Teori atau pendekatan perbandingan sosial mengemukakan bahwa tindak komunikasi dalam kelompok berlangsung karena adanya kebutuhan-kebutuhan dari individu untuk membandingkan sikap, pendapat dan kemampuannya dengan individu-individu lainnya.


produktivitas Group adalah elemen yang sukses untuk bisnis apa pun seseorang. This essentially means harnessing the power of teams to multiply the individual efforts of the people who are serving with the organization. Hal ini berarti memanfaatkan kekuatan tim untuk menggandakan upaya individu orang-orang yang melayani dengan organisasi.

sumber : http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en|id&u=http://ezinearticles.com/%3FGroup-Productivity%26id%3D3872319&rurl=translate.google.co.id&twu=1&usg=ALkJrhjYoO92en3DdnRTs7tLOJ1IC_zEUQ

Sabtu, 02 Oktober 2010

Orientasi teoritis salam dinamika kelompok

Teori kedekatan
Teori aktivitas-aktivitas, interaksi-interaksi, sentimen-sentimen/perasaan atau emosi (menurut homans)
Teori keseimbangan (a balance theory of group formation) dari Newcomb
Teori alasan praktis (practical theory) dari Reitz
Hipotesa pembentukan kelompok…..
Hipotesa I :Seseorang menggabungkan diri dalam kelompok dengan tujuan memenuhi kebutuhannya.
Hipotesa II : Dekatnya kontak dan interaksi memberikan kepada individu untuk menemukan kebutuhan untuk kepuasan yang dapat dicapai melalui afiliasi dengan orang lain.
Hipotesa III : Tarikan interpersonal (interpersonal attraction) adalah fungsi positif dan daya tarik fisik, kesamaan sikap, kesamaan kepribadian, kesamaan ekonomi, kesamaan rasial, memahami kemampuan orang, dan kebutuhan untuk kerukunan dan keharmonisan.
Hipotesa IV:Individu berkeinginan untuk berafiliasi dengan orang lain yang kemampuannya sama atau lebih tinggi
Hipotesa V : Seseorang akan menggabungkan diri ke dalam kelompok apabila mereka menemukan/menganggap bahwa aktivitas
Hipotesa VI : Seseorang akan menggabungkan diri dalam kelompok, apabila dia menilai baik pada kelompok
Hipotesa VII :Ada kebutuhan untuk berafiliasi yang menyebabkan keanggotaan di dalam kelompok memberikan suatu imbalan (menjadi anggota kelompok memberikan suatu imbalan)
Hipotesa VIII :Seseorang akan menggabungkan diri di dalam kelompok, apabila dia menerima/menilai/merasa bahwa ini sebagai sesuatu yang memenuhi kebutuhan/memberikan kepuasan.
Hipotesa IX : Pengembangan kelompok mengikuti suatu pola yang tetap
Hipotesa X : koalisi terbentuk di dalam situasi dimana dua orang atau lebih mencapai imbalan yang lebih besar melalui kerja sama daripada kalau bekerja sendiri-sendiri

sumber :www.google.com

psikologi kelompok psikologi sosial

Psikologi sosial adalah suatu
studi tentang hubungan antara manusia dan kelompok. Para ahli dalam
bidang interdisipliner ini pada
umumnya adalah para ahli psikologi atau
sosiologi, walaupun semua ahli
psikologi sosial menggunakan baik individu maupun kelompok sebagai unit analisis
mereka.

Psikologi sosial sempat dianggap tidak memiliki
peranan penting, tapi kini hal itu mulai berubah. Dalam psikologi
modern, psikologi sosial mendapat posisi yang penting. psikologi
sosial telah memberikan pencerahan bagaimana pikiran manusia
berfungsi dan memperkaya jiwa dari masyarakat kita. Melalui
berbagai penelitian laboratorium dan lapangan yang dilakukan secara
sistematis, para psikolog sosial telah menunjukkan bahwa untuk
dapat memahami perilaku manusia, kita harus mengenali bagaimana
peranan situasi, permasalahan, dan budaya.Kelompok sosial adalah kumpulan
orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling
berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat
mempengaruhi perilaku para anggotanya.


sumber :www.google.com

Pengertian Dinamika Kelompok

Pengertian dinamika kelompok dapat diartikan melalui asal katanya, yaitu dinamika dan kelompok.
Pengertian dinamika Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan
Sebagaimana menurut Drs. Soelaiman Joesoyf (1986), memberikan batasan bahwa :
“Perubahan secara besar maupun secara kecil atau perubahan secara cepat atau lambat itu sesungguhnya adalah suatu dinamika, artinya suatu kenyataan yang berhubungan dengan perubahan keadaan”.
Pengertian kelompok
Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama. Menurut Winardi bahwa :
“Kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi”.
Pengertian dinamika kelompok
Dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Drs. Soelaiman Joesoyf (1983) menyebutkan bahwa :
“Dinamika Kelompok berarti suatu kumpulan dari dua atau lebih individu di mana perubahan individu satu dapat mempengaruhi individu lain.”


Pengertian kelompok

Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.




KELOMPOK adalah sekumpulan orang/individu yang terorganisir, dengan kesamaan kegiatan dan tujuan yang sama. Maka, imbasnya, tujuan kelompok hendaknya ditentukan bersama-sama. Sebagai titik awal dalam membangun kelompok, tujuan kelompok adalah arah bagi berjalannya kelompok dalam melakukan aktifitas atau kegiatan yang akan dilakukan, dan ini menjadi begitu penting dalam membangun kelompok.

Hal kedua yang menjadi penting dalam pembangunan kelompok adalah bagaimana melanggengkan atau mengupayakan eksisnya suatu kelompok. Tentang ini, sangat ditentukan oleh individu-individu yang ada dalam kelompok itu sendiri. Untuk itu, yang harus dimiliki individu-individu yang berkelompok adalah adanya sebuah ikatan sosial diantara mereka yang diharapkan akan menimbulkan rasa kepemilikan dan kepedulian individu pada kelompok yang telah didirikan.

Untuk membangun ikatan sosial, dibutuhkan sebuah kesadaran pada masing-masing individu yang didasari atas masalah dan kebutuhan bersama. Ujungnya, diharapkan akan ada gerakan bersama untuk memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan bersama, yang pada gilirannya, akan terbentuk solidaritas dalam kelompok tersebut.

Solidaritas pada masing-masing individu ini, akan menjadi ikatan tanggung renteng dalam kelompok. Tanggung renteng dalam arti sederhana bisa dianalogikan sebagai saat dimana dalam sebuah kelompok itu ada individu yang sakit, maka individu yang lain ikut merasakannya. Apabila kelompok yang dibentuk sudah mencapai tingkat kesadaran tersebut, kelompok ini akan dapat berkembang dan bisa memecahkan masalah-masalah anggotanya. Dalam hal ini, aturan main yang baku (AD/ART) dalam kelompok, bisa jadi tidak begitu penting, bahkan, bisa jadi tidak diperlukan lagi untuk mengikat individu-individu yang masuk di dalamnya.


Persyaratan kelompok yang afektif

- Komitmen tingkat tertinggi dan ketentuan akan tujuan yang jelas
- Kepercayaan manajemen karyawan
- Keinginan untuk mengambil resiko dan berbagi informasi
- Waktu, sumber daya dan sebuah komitmen untuk berlatih



Minggu, 06 Juni 2010

Anak dengan sindroma Down juga educable.

“Fadlurahman Yazid, lahir tanggal 28 Desember 2000. lahir dengan berat badan 3090 gram dan panjang 47 sentimeter. Lahir spontan, normal, ditolong bidan, lalu dokter menerangkan saya , anak saya menyandang sindroma Down” (catatan ibu Senen, ibu dari ananda Yazid)

Yazid dan diagnosa sindroma Down

Sindroma ini dapat ditegakkan dengan mudah karena tampilan fisik sindroma ini sangat khas. Mata tampak sipit, jarak ke dua mata relatif berdekatan karena kepala juga relatif kecil, sehingga sindroma ini dikenali (dulu) sebagai Mongoloid (seperti -etnis- Mongol). Sebutan sindroma menunjukkan ada hal-hal lain yang merupakan karakteristik sindroma Down. Bayi terlahir dengan lidah yang terjulur karena rongga mulut yang kecil, dengan lidah yang besar, rajah tangan yang khas, yang sering mengganggu tumbuhnya di kemudian hari, ialah otot yang tonusnya kurang, dan sendi yang sangat lentur . Perkembangan terkendala nilai kecerdasannya (IQ berkisar antara 35 hingga 70). Gangguan lain seperti ketaksempurnaan katup jantung tak jarang dapat terjadi juga.

Apa itu sindroma Down?

Sindroma Down adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom (da Cuncha, 1992). Keadaan yang paling sering terjadi pada sindroma Down adalah terbentuknya kromosom 21 (trisomy 21) Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan.

Seberapa besar kemungkinan kelahiran dengan sindroma Down?

Kejadian sindroma Down diperkirakan 1 per 800 hingga 1 per 1000 kelahiran. Di Amerika Serikat, terdapat 5429 kasus baru per tahun. Mengenai semua etnis dan seluruh kelompok ekonomi.

Bagaimana usia orangtua berpengaruh?

Usia ibu saat hamil berperan pada kejadian anak dengan sindroma Down. Pada usia ibu hamil antara 20 hingga 24 tahun kemungkinannya 1/ 1490; usia 40 tahun, kemungkinannya 1/60; dan usia lebih dari 49 tahun, kemungkinan kejadiannya 1/11. Namun, meskipun nampaknya peningkatan usia ibu meningkatkan kemungkinan anak dengan sindroma Down, kenyataannya 80 % anak dengan sindroma Down dilahirkan oleh ibu dengan usia kurang dari 35 tahun. Data terbaru menyatakan, usia ayah meningkatkan kejadian sindroma Down.

Catatan tumbuh kembang Yazid (catatan dari bunda Yazid)

Usia 1 bulan: menangis dengan keras , minum ASI mulai banyak, gerak kaki dan tangan mulai banyak; 2 bulan : berat badannya mulai bertambah, kali dan tangan lebih kuat, tetapi leher masih lemas; 3 bulan: mulai bisa miring, belum bisa mengangkat kepala; 4 bulan: bisa tengkurap, ngoceh seperti bayi lain; 5 bulan: bergerak berputar-putar, belum berpindah tempat, ngoceh mulai banyak ; 6 bulan : mulai bisa bergerak maju dengan bertumpu pada perut; 10 bulan–12 bulan: duduk dengan cara yang (menurut bunda Yazid) tidak seperti anak normal (?) , kepala belum bisa tegak ; (pada saat ini, latihan di intensif dengan program Rehabilitasi – terapi fisik , dan terapi wicara)

Usia 1 ½ tahun: baru bisa berdiri dan duduk pelan-pelan, sampai dengan 23 bulan.

Umur 2 tahun baru bisa berjalan dan bicara , ucapan pertamanya : bapak

Untuk makan dan minum : usia 1- 3 tahun masih diblender; 3 ½ tahun : berlatih makan bubur biasa dan usia 4 tahun: mulai makan nasi lembek.; sekarang – 7 tahun : makan biasa.

Tampak sekali diperlukan upaya yang lebih untuk memperoleh kemampuan motorik duduk, berdiri , dan bicara. Bila dibandingkan dengan Milestone , yang merupakan rujukan tumbuh kembang anak, Yazid memerlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan kemampuan, bahkan kemampuan dasar mengangkat kepala dengan sempurna, yang merupakan awal pergerakan tubuh untuk duduk, baru dicapai Yazid saat mendekati usia 2 tahun.

Saat ini Yazid kelas 1 SD pada suatu institusi SLB, mampu berkomunikasi yang dapat dimengerti . (”Tatut” untuk takut, ”kit” untuk sakit).

Tapi, Yazid pandai menyanyi !!